Lampung – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga ke tengah masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI saat melakukan kunjungan ke DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, Jumat (11/9/2026). Selain silaturahmi, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi TNI dan GRIB Jaya dalam upaya mencegah serta menanggulangi karhutla di Lampung.
Kunjungan dipimpin Kolonel Infanteri Andi Kusworo. Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Andi mengajak GRIB Jaya ikut turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya pencegahan sejak dini.
“Kami mengajak GRIB Jaya untuk berkolaborasi bersama TNI. Mari kita sama-sama turun ke masyarakat, memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat semakin memahami bahaya serta pentingnya mencegah karhutla,” ujar Kolonel Andi.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Ketua DPD GRIB Jaya Lampung, Melan. Ia menyatakan siap mendukung sinergi tersebut dengan menginstruksikan jajaran DPC GRIB Jaya di seluruh kabupaten/kota untuk ikut bergerak bersama TNI.
“Kami menyambut baik sinergisitas yang dibangun TNI dengan melibatkan GRIB Jaya dalam Satgas Karhutla. Kami akan menginstruksikan kepada masing-masing Ketua DPC agar jajarannya dapat mengikuti instruksi ini dan bersama-sama dengan TNI melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Melan.
Ketua DPC GRIB Jaya Lampung Tengah, Andriansyah, menegaskan pihaknya siap menerjemahkan instruksi tersebut dalam gerakan nyata di lapangan. Menurutnya, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus dimulai dari membangun kesadaran masyarakat.
“Kalau bicara karhutla, jangan tunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan harus dilakukan dari awal, salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya,” tegas Andriansyah.
Ia mengatakan GRIB Jaya Lampung Tengah siap membantu TNI melakukan sosialisasi hingga ke masyarakat di tingkat bawah, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.
“GRIB Jaya punya jajaran sampai ke daerah. Ini yang bisa kita manfaatkan untuk membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Kami siap bersinergi dengan TNI, bukan hanya hadir dalam kegiatan, tetapi ikut bergerak ketika memang dibutuhkan,” ujarnya.
Andriansyah menambahkan, persoalan karhutla bukan hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengancam permukiman dan keselamatan masyarakat apabila tidak segera dicegah.
“Ini bukan pekerjaan satu pihak. TNI, pemerintah, organisasi masyarakat dan masyarakat itu sendiri harus saling mengingatkan. Kalau kesadaran sudah terbangun, potensi kebakaran bisa kita tekan bersama,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran TNI dan GRIB Jaya juga membahas pentingnya meningkatkan kewaspadaan, edukasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Peran organisasi kemasyarakatan dinilai strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Kegiatan turut dihadiri jajaran DPC GRIB Jaya dari sejumlah kabupaten/kota di Lampung. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen memperkuat kolaborasi dalam kegiatan sosial, kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Selain silaturahmi dan sosialisasi karhutla, kunjungan Mabes TNI juga diisi dengan pembagian sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sinergi TNI dan GRIB Jaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam aksi nyata di lapangan, terutama dalam mencegah karhutla sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
