Regulasi Jadi Kunci Porprov

oleh
oleh

BANDAR LAMPUNG – KONI Lampung menjadikan penyelesaian regulasi sebagai fokus utama dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026. Kepastian aturan menjadi syarat penting agar seluruh tahapan penyelenggaraan berlangsung tertib, seragam, dan sesuai ketentuan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan Porprov 2026 di ruang rapat KONI Bandar Lampung, GOR Siger, Selasa (30/6). Pengurus KONI Lampung bersama KONI Bandar Lampung membahas percepatan penyusunan regulasi pertandingan.

Sekretaris Umum KONI Bandar Lampung, Rahmudin HS, menegaskan seluruh pihak harus segera merampungkan regulasi. Menurutnya, setiap kabupaten dan kota memerlukan kepastian aturan untuk menyusun program pembinaan atlet secara optimal.

Rahmudin menjelaskan KONI Lampung berwenang menyusun Peraturan Umum Porprov. Sementara itu, setiap cabang olahraga bertanggung jawab menyusun peraturan teknis pertandingan.

Ia menilai penyelenggara harus menyelesaikan kedua dokumen tersebut lebih awal agar seluruh peserta memiliki acuan yang sama sebelum memasuki masa pertandingan.

“Regulasi yang jelas memberi kepastian bagi seluruh daerah sehingga persiapan atlet dan penyelenggaraan dapat berjalan tanpa perbedaan penafsiran. Semakin cepat regulasi diselesaikan, semakin matang pula persiapan seluruh kabupaten dan kota menghadapi Porprov 2026.”

Selain membahas regulasi, Rahmudin mengusulkan pembentukan dua sekretariat untuk mempercepat koordinasi antara panitia provinsi dan panitia tuan rumah.

Ia juga mengusulkan pembentukan dua kepanitiaan yang secara khusus menangani bidang umum dan bidang teknis.

Menurut Rahmudin, pembagian tugas tersebut akan meningkatkan efektivitas kerja sekaligus mempercepat pengambilan keputusan ketika panitia menghadapi kendala di lapangan.

Ia meminta panitia segera menerbitkan surat keputusan kepanitiaan. Kejelasan struktur organisasi, menurutnya, akan mempercepat pelaksanaan seluruh program kerja.

Rahmudin juga mendorong panitia segera menyosialisasikan regulasi kepada seluruh cabang olahraga. Setiap kabupaten dan kota membutuhkan kepastian aturan sebelum memulai pemusatan latihan.

Kepastian regulasi juga memudahkan pelatih menyusun strategi. Atlet pun dapat menyesuaikan persiapan dengan nomor pertandingan yang akan diperlombakan.

Dalam rapat tersebut, anggota KONI Bandar Lampung, Khaerus, menyampaikan sejumlah masukan. Ia meminta panitia mempercepat penyusunan THB atau buku panduan cabang olahraga.

Menurutnya, buku panduan tersebut menjadi referensi penting bagi panitia maupun peserta. Dokumen itu akan meminimalkan potensi perbedaan penafsiran selama pertandingan berlangsung.

Khaerus juga menyoroti delapan cabang olahraga yang mengajukan status ekshibisi. Ia meminta panitia mencantumkan ketentuan mengenai cabang tersebut secara tegas dalam Peraturan Umum Porprov.

Menurutnya, penegasan aturan tersebut akan mencegah munculnya perdebatan. Seluruh peserta harus memahami perbedaan antara cabang olahraga resmi dan cabang ekshibisi.

Khaerus menegaskan perolehan medali dari cabang ekshibisi tidak boleh memengaruhi klasemen resmi. Panitia hanya menghitung perolehan medali dari 32 cabang olahraga yang masuk agenda resmi pertandingan.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Ketua II KONI Lampung, Margono Tamudji, memastikan panitia akan menjadikan seluruh masukan sebagai bahan penyempurnaan regulasi. Ia berharap aturan yang disusun mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh cabang olahraga.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Lampung, Riagus Ria, optimistis panitia segera merampungkan penyusunan THB. Hingga kini, dokumen tersebut telah mencakup 31 cabang olahraga.

KONI Lampung menargetkan seluruh regulasi selesai sebelum Rapat Kerja Provinsi berlangsung. Setelah itu, panitia akan langsung menyosialisasikan seluruh aturan kepada peserta Porprov 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *